KESENANGAN DAN KESULITAN ADALAH COBAAN HIDUP

Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunnatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dengan segala sesuatu, dengan hal-hal yang disenanginya dan disukainya maupun dengan hal-hal yang dibenci dan tidak disukainya.

Alloh Ta’ala berfirman :

Artinya : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan” (QS. Al-Anbiyaa’ : 35)

Tentang ayat ini, Ibnu ‘Abbas Radhiyallohu ‘anhuma berkata : “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan maksiyat, petunjuk dan kesesatan”.[1]

Dalam riwayat lain darinya : “Dengan kesenangan dan kesulitan, dan keduanya merupakan cobaan”.[2]

Alloh Ta’ala berfirman :

Artinya : “Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)”. (QS Al-A’raaf : 168)

Ibnu Jarir Rahimahullahu berkata : “Kami menguji mereka dengan kemudahan dalam kehidupan dan kelapangan rizki. Ini yang dimaksud dengan kebaikan-kebaikan (al hasanaat). Sedangkan yang buruk-buruk (as sayyiaat) adalah kesempitan dalam hidup, kesulitan, musibah, dan sedikitnya harta, agar mereka kembali. Adapun (la’allahum yarji’uun) yaitu kembali taat kepada Rabb, agar kembali kepada Alloh dan bertaubat dari perbuatan dosa dan maksiat yang mereka lakukan”.[3]

 

Dinukil dari buku “Hikmah di balik musibah dan ruqyah syar’iyyah” Penulis : Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafizhahullahu Ta’alaa, Penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi’i

 

[1] Tafsiir Ibni Jarir Ath Thobari (IX/26 no. 24588) cet. I Darul kutub al ‘ilmiyyah – Beirut th. 1412 H

[2] Tafsiir Ibni Jarir Ath Thobari (IX/25 no. 24585) cet. I Darul kutub al ‘ilmiyyah – Beirut th. 1412 H

[3] Tafsiir Ibni Jarir Ath Thobari (VI/104) cet. I Darul kutub al ‘ilmiyyah – Beirut th. 1412 H

Pos ini dipublikasikan di Tazkiyatun Nufus dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s